Klik www.facebook.com/pelimamedia dan sertai kami dengan menghantar foto terbaik anda disertai mesej yang kreatif. Menangi wang tunai sebanyak RM 100!!
Hantar Karya Anda
Sekiranya anda mempunyai bakat dalam bidang penulisan, jangan sia-siakannya. Pelima Media amat berbesar hati menjemput anda menyertai kami dan menerbitkan karya yang menepati dasar editorial Pelima Media.Ayuh segera hubungi kami dan cipta nama anda sebagai penulis dengan kami.
Peluang Jana Pendapatan Tambahan
Anda berpeluang nikmati potongan hebat mengikut kuantiti buku yang diambil. Boleh daftar segera sebagai pengedar Pelima Media.
Diskaun buku dengan pembelian secara online
Layari www.pelima.com.my/media dan nikmati diskaun sebanyak 20% bermula 17 Januari 2011
Sumbu Jiwa berwajah baru
Sumbu jiwa dilengkabi bacaan surah-surah amalan bacaan Syeikh al-Misyary beserta bacaan terjemahan Bahasa Melayu oleh Tuan Nasran Hassan
Lokasi booth Pelima Media telah bertukar ke Dewan Tun Hussein Onn bersebelahan Bilik Kedah - G03 (sila rujuk imej di bawah)
Klik imej untuk pembesaran
Nama booth Pelima Media adalah Sufi Cube. Selamat datang ke Sufi Cube 2010! Destinasi wajib kunjung! ( Dapatkan penanda buku percuma. sementara stok masih ada )
Terdapat pelbagai jualan menarik di booth Pelima Media :
Buku-buku ( Terdapat 6 judul buku baru )
Kitab-kitab Tasawwuf
Poster-poster Islami
CD audio Qasidah
Badge Islami
Sessi fotografi berlatarbelakangkan salah satu pemandangan di Negara Turki
Nantikan update kami seterusnya mengenai promosi sempena Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2010!
Jika kita mengetahui bahwa dunia ini selalu bergerak menuju kegagalan dan kebinasaan, dan mengetahui bahwa manusia juga akan lenyap, meninggal dunia, tetapi masih saja tidak percaya – karena kita baru mencapai tingkatan membaca bukan merasa. Ada perbedaan yang penting antara “Pengetahuan Kertas” dan “Pengetahuan Rasa”. Pada secarik kertas tertulis “Ini adalah air”. Tetapi dengan membaca tulisan itu, kalian tidak bisa merasakan air tersebut. Kemungkinan lainnya adalah ketika kalian ada pada tingkatan rasa, kalian diberi air dan disuruh untuk merasakannya. Kalian ambil air itu, kalian cicipi air itu, merasakan manisnya dan rasa haus kalianpun terpuaskan. Karena Pengetahuan Kertas gagal sepenuhnya untuk menyampaikan rasa air tersebut, maka dengan cara yang sama iapun gagal untuk menyampaikan tentang rasa kematian. Kita membaca dan mendengar tentang kematian tetapi gagal sepenuhnya untuk mempercayainya hingga kita merasakannya sendiri. Dengan kepercayaan yang sesungguhnya, dikehidupan ini kita mencicipi kematian, merasakan kematian, bahkan mungkin merasakan manisnya. Malaikat Maut, Izrail, mungkin datang dengan belas kasih atau mungkin pula datang dengan azab atau hukuman.
“Hisablah dirimu sendiri sebelum kalian dihisab oleh Allah SWT.” Jika kalian menyadari berbuat salah, segeralah bertobat. Karena itulah mengapa rasa itu sangat penting. Bila kita tidak perduli, maka ketika meninggalkan tempat ibadah ini akan melupakan pesan-pesan yang telah kita dengar disini. Para orang saleh/wali tidak lupa. Mereka tidak takut. Mereka duduk dan merenung atau tafakur, mengingat Allah SWT. Rabia,duduk disudut ruangannya untuk bertobat. Orang-orang berkata padanya, “Aduh Rabia, kamu telah bertobat!” Dia berkata, “Aku harus tetap mengatakan ‘Ampuni aku, Ya Allah, aku berlindung hanya kepada-Mu.’Karena setiap kali aku mengatakan itu, maka diperlukan satu kalimat itu lagi untuk menutupi kalimat yang sebelumnya.” Rahmat Nabi SAW adalah sebuah rujukan pada ayat dalam Al Qur’an, “Kami tidak mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi dunia.”Allah mengutus beliau untuk menyelamatkan kita. Dan bantuan atau perantaraannya adalah sebagimana yang dikatakan Nabi SAW, “… untuk orang-orang yang berdosa besar dari umatku.” Beliau berkata beliau akan menjadi perantara untuk mereka dengan pengetahuan atas kelemahan mereka. Kita tidak bisa mencapai apa yang orang-orang saleh/para wali ingin kita mencapainya – dan itu menunjukan kelemahan kita.
Dan Sesungguhnya akan kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS. Al-Baqarah [2]: 155-157).
Awan kelam kembali menyelimuti negeri ini. Musibah demi musibah terus melanda negeri ini setelah sebelumnya Gempa yang terjadi di Jawa Barat. Di akhir bulan September, masyarakat Padang, Sumatera Barat kembali dikejutkan dengan peristiwa gempa bumi sebesar 7,6 SR tepat pukul 17.16 WIB. Musibah yang tidak diduga-duga sebelumnya ini telah membawa korban jiwa beratusan orang. Belum lagi trauma serta bangunan rumah yang rata dengan tanah dialami oleh ratusan ribu masyarakat Padang.
Bagaimana kita menyikapi semua peristiwa alam ini? Apakah ini merupakan azab dari Allah SWT atau ini merupakan ujian dari Allah? Ataukah fenomena ini sekadar musibah yang menjadi ujian bagi umat manusia? Atau justru malapetaka? Sebagai muslim tentunya kita patut membuka kembali ajaran kita yang mulia ini untuk memandang berbagai fenomena alam yang menimpa kita dengan pandangan Al Quran dan Sunnah.
Azab atau Ujian ?
Bencana gempa yang menimpa kita bukanlah merupakan azab yang diberikan oleh Allah kepada kita, seperti pemahaman yang terjadi pada sebahagian umat Islam. Mengapa ini bukan azab? Tidak lain kerana pasca diutusnya Nabi Muhammad SAW, azab bagi seluruh umatnya yang melakukan kemaksiatan akan ditunda sampai Hari Akhirat. Rasulullah SAW diutus oleh Allah sebagai rahmat seluruh alam, dalam firmannya Allah menyatakan: Dan tiadalah kami mengutus kamu (baca: Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS. al-Anbiya [21]: 107). Rahmat ini tidak saja berlaku bagi umat muslim tapi juga berlaku bagi orang-orang kafir. Dengan demikian orang-orang kafir pun azabnya akan ditunda hingga hari kiamat.
Berbeda dengan umat-umat sebelumnya, dimana umat-umat terdahulu sebagaimana disebutkan Allah dalam surat At-Taubah [9] ayat 70: Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Umat-umat terdahulu langsung diazab manakala kufur kepada Rasul. Sedangkan umat Nabi Muhammad yang kufur atau bermaksiat pada Allah tidak langsung diazab melainkan ditunda hingga akhir kiamat. Sebagaimana Rasul menyebutkan dalam hadisnya: “Hari ini yang ada adalah amal dan tiada hisab, sedangkan hari esok (hari akhir) yang ada adalah hisab dan tiada amal” (HR. Bukhari). Dengan demikian jelaslah bahwa perhitungan (hisab) berupa adzab itu di akhirat kelak.
Bencana alam merupakan sunatullah di alam dan karakteristik yang diciptakan Allah SWT. Gempa yang terjadi mengikuti hukum sebab akibat. Musibah ini merupakan ujian bagi kita sebagaimana surat Al-Baqarah [2]: 155-157 diatas Allah berfirman: Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah, melalui cucu lelaki sahabat Abdullah bin Mas’ud, Awn bin Abdullah mengatakan: “Nikmat yang terbesar adalah ketika bumi diratakan untuk anda, anda tetap menghargai apa yang telah diberikan Allah kepada anda berupa nikmat Islam.” Maka ketika pada saat ini kita mengalami kesulitan harta akibat musibah ini maka kita akan penuh dengan syukur memperingati kekayaan iman yang telah Allah kurniakan kepada kita dan kita akan merasa sanagat beruntung dengan diri anda sebagai muslim. Bencana gempa ini merupakan ujian sekaligus kurnia yang harus kita sikapi dengan sabar karena di balik semua ini ada hikmah yang dalam.
Sering saya bertanya pada diri sendiri apa itu kejayaan. Acapkali jawapannya akan berubah-ubah mengikut persekitaran dan masa. Contohnya pada tahun saya menduduki PMR, kejayaan yang 'ultimate' ialah mendapat 8A kerana ramai senior yang hebat dan yang saya kagumi mendapat keputusan cemerlang juga.Alhamdulillah. Tetapi sekarang, keputusan 8A itu tidak menjanjikan apa-apa pula kerana keputusan SPM yang bakal keluar pada bulan Mac ini bakal menentukan haluan akademik saya. Mengapat 9A bagi saya sekarang merupakan kejayaan terbesar! .Saya yakin yang apa kejayaan bagi saya nanti akan berubah pula, mungkin kejayaan itu adalah dapat bergelar graduan medic.
Tanya diri anda soalan ini dan pastinya pelbagai jawapan yang mencapah keluar dari benak fikiran. Bagi sebuah pasangan yang berkahwin mungkin kejayaan bagi mereka ialah dengan lahirnya cahaya mata yang dapat mengindahkan lagi sebuah institusi perkahwinan. Pada seseorang ibu atau bapa mungkin kejayaan baginya ialah apabila anak-anak yang ditatang bagai minyak yang penuh berjaya dalam kehidupan. Keputusan yang cemerlang dalam peperiksaan UPSR,PMR atau SPM mungkin merupakan kejayaan yang diidamkan para pelajar.
Dalam kehidupan kita sebagai seorang muslim, apakah definisi kejayaan pada diri kita?Apakah yang kita harapkan di hujung garisan kehidupan? Kita hanya mahukan kita kembali kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa ,Yang Maha Menciptakan dalam keadaan yang terbaik. Maka erti kejayaan yang 'ulltimate' ialah kita dapat mencari jalanuntuk kembali kepadaNya. Allah tidak akan mengubah nasib seseorang tanpa kita sendiri berusaha untuk mengubahnya.Maka perlu dan compulsary ada usaha untuk kita menempa kejayaan yang sebenar-benar kejayaan ini. Mulalah dengan menimba ilmu.Membaca.Mungkin kita boleh mulakan dengan buku-buku di Pelimamedia.
Tetapi kita sekali-kali tidak buruk sangka kepada Allah kerana Ia menduga kita itu dan ini. Jangan! Kerana Allah itu Maha Menyayangi kita. Dan itu adalah berbeza dengan sangat menyayangi. Dan kita hendaklah selalu beringat bahawa Allah hanya akan menguji kita dengan ujian yang kita mampu hadapi.
Sastera habis ni.
Sebagai pendatang baru dalam dunia perniagaan dan sangat baru dalam indsutri buku, cabaran dan kesusahan adalah perkara yang paling perit berlaku. Kami adalah kerdil, kecil, tidak dikenali, tidak diyakini, tidak disukai, tidak dilayani, tidak dan tidak. Itu adalah biasa. Biasa untuk yang kecil. Ingat, tidak akan besar sesuatu apapun kalau tidak mula daripada kecil.
"Sesuatu yang besar bermula daripada yang kecil". Bilang seorang teman menyuntik semangat. Ouch!
Bolehkah begini?
Beruntung rasanya dikelilingi orang yang bagus-bagus dan supportive samaada di dalam atau di luar industri buku ini. Juga punya rezeki bertemu (secara maya) dengan penulisan Puan Ainon, seorang ibu yang sangat murah hati kepada semua orang dan dirinya sangat dekat di hati setiap individu yang mendekatinya. Setiap hari membaca penulisannya tidak pernah jemu, ternyata bagus sekali pengisian dan penyampaiannnya. Malah setiap bait kata itu penuh dengan ilmu dan maklumat serta pengalamannya yang tinggi dan sangat berguna dalam memperbaiki tugasan kami yang baru mula menapak dalam industri ini. Pasti lebih ramai yang sepertinya di luar sana, cuma belum punya rezeki bertemu. Insha Allah, tidak sabar mahu bina ukhwah itu!
Layari www.universitipts.com bagi mereka yang berminat untuk mendalami bidang penulisan dan penerbitan secara maya dan mudah. Selain itu, banyak ditekankan juga tentang pemasaran buku pelbagai genre di Malaysia.
Ini bukan entry luahan perasaan. Ini adalah cerita yang boleh dikongsi dan saya yakin setiap daripada anda pasti mempunyai cerita yang sama cuma watak dan jalan ceritanya berbeza. Betul kan? Sama-sama kerap kali bina semangat yang kadang-kadang muncul lama, kadang-kadang menghilang entah ke mana.
Ada satu-satu masa, rasa diri lemah terlepet tewas dek taufan daripada majikan atau penyelia. Ada satu-satu masa, rasa diri paling bahagia dalam dunia apabila jumlah bonus diberikan cukup untuk bercuti di London sekaligus selambak pujian majikan tentang projek yang berjaya diselesaikan. Perasan tak?
Itu biasa.
Sepohon pokok yang rendang, ada buah yang elok. Ada yang busuk. Hidup kita juga begitu. Hari ini sedih. Esok bahagia. Senyum dan senyum lagi!
Buat pengetahuan semua, ini adalah julung kali Pelima Media akan bersama sahabat-sahabat dalam industri buku menyertai acara besar-besaran ini. Teruja, gembira, bersemangat, bersungguh-sungguh serta berdebaq (bak sebutan orang utagha) pun ada. Semuanya berselang seli. Itulah jawapan kepada persoalan mengenai 'tenggelam timbul' kami di laman blog ini.
Tenaga kerja yang terhad dengan tugasan yang bertubi-tubi datang tidak sekali-kali memadamkan api semangat yang membara-bara. Semoga api ini tidak memudaratkan, sudahlah. Dengan izin Allah jua, kami akan menerbitkan lebih kurang 5 buah buku baru sebagai persediaan menghadapi Pesta Buku. Nantikan!
Sedikit maklumat mengenai Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2010 :
Tarikh : 19 Mac -28 Mac 2010
Lokasi kami : Dewan Tun Razak 2 (seberang sungai)
InsyaAllah akan kami kemaskini mengenai aktiviti-aktiviti yang akan dijadualkan sepanjang Pesta Buku berlangsung. Sampaikan maklumat ini kepada ahli keluarga, saudara mara, kenalan dan lain-lain bagi memeriahkan lagi acara gilang-gemilang ini.
Rugi terlepas.
Diskaun yang tinggi ditawarkan oleh kebanyakan kedai buku, pengedar dan penerbit. 20%?30%?40%? Agaknya berapa ya diskaun paling tinggi yang ditawarkan. Rambang mata. Rambang mata.
Lagi-lagi kami yang paling teruja dapat turun padang bertemu dengan pencinta-pencinta buku. Bisa juga bertukar-tukar buah fikiran dan cadangan-cadangan yang boleh dikongsi untuk produk akan datang. Waduh, teruja-uja gitu!
Bagi menyatakan sokongan kami kepada Baca@LRT, kami bawakan laporan penuh dari Facebook Tuan Zamri Mohammad seorang penulis hebat masa kini. Ikuti laporannya :
Pada 16 Januari 2010, ia akan menjadi tarikh yang akan dikenang oleh seluruh rakyat Malaysia. Ia menjadi satu tarikh yang akan kita ceritakan pada anak-anak yang akan membesar bersama kita. Ia akan menjadi satu tarikh yang kita akan ceritakan pada rakan-rakan kedai kopi pada waktu umur tua kita.
16 Januari 2010 akan menjadi tarikh kita ceritakan pada orang muda generasi sepuluh dan dua puluh tahun akan datang. Inilah satu tarikh kita mengambil keputusan bersama teman-teman lain membawa buku, majalah dan akhbar dan membacanya di dalam LRT.
Ini adalah tanda kita menyokong rakan-rakan kita yang membaca di LRT selama ini. Gerakan rakyat Baca@LRT juga sebagai tanda kita berkata kepada mereka, "Apa yang awak lakukan (membaca) di LRT selama ini adalah sesuatu yang cool!" , "Siapa pun anda, kami menyokong usaha membaca di LRT."
Gerakan Baca@LRT mahu membudayakan aktiviti membaca dalam LRT.
Mari sama-sama kita meramaikan aktiviti tersebut bagi menimbulkan suasana minat membaca di kalangan rakyat Malaysia. Harapan kami semoga aktiviti ini mencapai objektif bagi membudayakan tabiat membaca dalam LRT.
Semoga kesihatan yang baik dan keberkataan Allah terus bersama kita lagi pada hari ini dan seterusnya.
Alhamdulillah tahun baru masihi tiba lagi.
Tahun baru. Segalanya terasa baru. Ah perasaan itu. Suka bermain-main dengan kita.
Doa saya semoga target tahun 2010 ini sahabat-sahabat berjaya dicapai dengan penat lelah dan daya usaha sendiri. Puas hati!
Baiklah, antara perkembangan terbaru kami yang dapat saya kongsi bersama adalah buku-buku terbitan kami boleh didapati di beberapa kedai buku di sekitar dan Kuala Lumpur.
Antaranya adalah :
Kuala Lumpur
Nufair Street Sdn Bhd No 22, Jalan Pahang Barat, 53000 Kuala Lumpur.
Selangor
Shah Alam
Kedai Buku Al-Sunnah No 36, Jalan Bola Tampar, 13/14, Seksyen 17, 40100 Shah Alam, Selangor
Al Fathir Enterprise 01-147C-2, Tingkat 1, Kompleks PKNS, 40000 Shah Alam, Selangor.
Kedai Buku An-Nahli Lot 01-157, Tingkat 1, Kompleks PKNS, Persiaran Tasik, Seksyen 14, Shah Alam, 40000 Selangor.
Kedai Buku Darbaryazi Kompleks PKNS, Persiaran Tasik, Seksyen 14, Shah Alam, 40000 Selangor.
Marwilis Publisher & Distributor Sdn Bhd Lot G-60A & 60B, Tingkat Bawah, Kompleks PKNS, Persiaran Tasik, Seksyen 14, Shah Alam, 40000 Selangor.
Hulu Langat
Galeri Buku Syabab 2-03, 2nd Floor Kompleks PKNS, 43650 Bandar Baru Bangi, Selangor.
Encik Yusoff Bin Ishak 013-2046464
Kelantan
Semua rangkaian Kedai Buku Syarikat Muda Osman (SMO) Sdn Bhd.
Johor
Badan Cemerlang Sdn Bhd L3.44, Plaza Angsana, Pusat Bandar Tampoi, Johor Bharu, 81200 Johor.
Pustaka Azhar 5B-110(B), Ground Floor, Larkin Transport Terminal, Jalan Garuda, Johor Bharu, 80350 Johor.
Segera dapatkan buku-buku kami dengan wakil-wakil kami di atas!! Bagi yang berminat untuk dapatkan buku kami sebagai jualan sila hubungi talian 016-2099 454. Bersama-sama kita pikul tanggungjawab dalam usaha menyampaikan ilmu dan maklumat kepada masyarakat.
Bagi mereka yang berada di bahagian utara dan timur, InsyaAllah proses perbincangan sedang diusahakan dan jika ada rezeki kami, buku-buku kami juga akan berada di sana. Doakan segalanya berjalan lancar. Terima kasih sahabat!
Fikh Kerahsiaan WanitaJalan Pintas Meraih Hidayah 40 Prinsip AgamaAl-Quran Berbicara Tentang Takwa
Al-Fatihah : Menyusun Struktur dan Perasaan InsanTravelog Turki Bumi Khalifah